" nama ustad " : " < b > ust . ahmad sarwat , lc . , ma < / b > " , " judul " : " < h3 > minta dana bangun masjid di tengah jalan bikin macet < / h3 > " , " isi " :[ " u00a0 " , " r nsudah sejak dulu , dan sekarang jadi sangat nge - trend umat islam dalam bangun masjid atau mushala salah satu cara cari dana dengan buat pos - pos di tepi atau kadang di tengah jalan raya , ada yang dengan manambahkan jaring yang acung lintang ke arah kendara di jalan . " , " r n " , " r nmenurut saya hal ini sangat menggangu , dan bahkan di saat jam - jam sibuk pagi berangkat kerja atau sore pulang kerja sering kali jadi salah satu sebab macet . saya kurang tuju dengan cara seperti ini , bahkan kesan malah rugi umat islam sendiri di mata umat agama lain , karena mau bangun tempat ibadah tapi dengan cara ganggu tertib umum . " , " r n " , " r nbagaimana turut padang ustadz jika lihat dari sisi hukum islam ? " , " r n " , " r njika turut ustadz , hal ini wajar dan boleh , ya arti cara pandang saya yang harus saya ubah . tapi kalau sekira hal ini pandang sesuatu yang kurang baik , bagaimana atas fenomena yang makin jadi trend yang ganggu ini ? terima kasih atas cerah . " , " r n " , " r n " , " u00a0 " ] , " jawaban0 " :[ ] , " jawaban1 " :[ " tue 15 january 2013 23 : 17  " , "  9 . 987 views  n " , " n " , " n " , " u00a0 " , " r nsudah sejak dulu , dan sekarang jadi sangat nge - trend umat islam dalam bangun masjid atau mushala salah satu cara cari dana dengan buat pos - pos di tepi atau kadang di tengah jalan raya , ada yang dengan manambahkan jaring yang acung lintang ke arah kendara di jalan . " , " r n " , " r nmenurut saya hal ini sangat menggangu , dan bahkan di saat jam - jam sibuk pagi berangkat kerja atau sore pulang kerja sering kali jadi salah satu sebab macet . saya kurang tuju dengan cara seperti ini , bahkan kesan malah rugi umat islam sendiri di mata umat agama lain , karena mau bangun tempat ibadah tapi dengan cara ganggu tertib umum . " , " r n " , " r nbagaimana turut padang ustadz jika lihat dari sisi hukum islam ? " , " r n " , " r njika turut ustadz , hal ini wajar dan boleh , ya arti cara pandang saya yang harus saya ubah . tapi kalau sekira hal ini pandang sesuatu yang kurang baik , bagaimana atas fenomena yang makin jadi trend yang ganggu ini ? terima kasih atas cerah . " , " r n " , " r n " , " u00a0 " , " n " , " u00a0 " , " r nfenomena yang antum sebut itu memang sudah lama jadi prihatin umat islam . banyak pihak yang berat bagaimana antum berat . alas karena ganggu pandang atau tidak timbul kesan buruk hadap masjid dan mushalla . selain itu juga seringkali aksi - aksi seperti bikin jalan makin macet dan tidak tertib . bahkan yang khawatir selain itu adalah jadi cara - cara seperti ini bagai lahan cari uang dan tidak jelas tanggung - jawab . " , " r n " , " r n " , " r n " , " r nmengganggu pandang yang maksud tidak lain adalah rusak citra umat islam yang kes jadi umat emis dan minta - minta di jalan . olah - olah ada kesan , cuma ingin bangun masjid saja sampai harus emis - ngemis di pinggir jalan begitu . ini kesan yang pertama kali biasa bersit di benak kita kalau lihat pandang seperti ini . " , " r n " , " r ndan saya yakin sekali , para laku sendiri pun pasti awal rasa risih dan malu . sebab biar bagaimana pun tiap orang pasti punya rasa harga diri , dan tidak ingin ejek bagai tukang minta - minta . " , " r n " , " r nnamun entah bagaimana , lama lama rasa itu barangkali hilang dengan sendiri . sehingga akhir hilang sama sekali dan sudah tidak ada lagi urat malu yang cegah mereka laku . malah bisa jadi rasa malu itusudah u00a0 ubah jadi rasa wajib . " , " r n " , " r n " , " r n " , " r nkerugian dua dari cara minta - minta di pinggir jalan ( atau malah di tengah - tengah jalan ) adalah muncul macet dan keserawutan di jalan . para kemudi di jalur pantai utama ( pantura ) pulau jawa seringkali kali harus rem dadak , lantar jalan tutup oleh warga tempat . nyata mereka minta sumbang untuk masjid , yang konon sedang dalam proses bangun . " , " r n " , " r nkaruan saja jalan yang harus lancar , karena kendara harus henti atau tidak turun cepat , jadi antri panjang , yang sebab utama sederhana sekali , yaitu minta sumbang yang laku cara massal . konyol , jadi itu jadi dalam 24 jam , tidak kenal pagi , siang , sore atau malam . " , " r n " , " r n " , " r n " , " r nentah ide siapa , kadang pos - pos mungut sumbang ini juga lengkap dengan keras suara . kadang guna untuk pidato atau dar sapa para guna jalan . kadang kalau sudah capek , putar ceramah kh . zainuddin mz almarhum . malah tidak jarang juga putar tilawah al - quran . " , " r n " , " r nseandainya putar baca al - quran itu dengan tuju untuk dengar , mungkin kita bisa maklum . yang jadi masalah , suara baca tilawah itu sama sekali tidak dengar , cuma yang penting berisik dan tidak asa sepi . " , " r n " , " r nseolah - olah baca al - quran itu dar suara - suara untuk bikin ramai saja , sejajar duduk dengan lagu - lagu yang juga sering putar untuk bikin ramai . " , " r n " , " r n " , " r n " , " r nkita tidak tahu pasti siapa benar gerangan mereka . entah apakah mereka memang duduk tempat yang benar - benar niat tulus ingin bangun masjid , atau jangan - jangan mereka itu cuma pasu yang bayar dan datang entah dari daerah mana . " , " r n " , " r nkalau mereka benar - benar orang yang jujur , kerja untuk penting bangun masjid , tentu kita sedikit bisa beri toleransi , tinggal bagaimana arah mereka saja dengan cara yang baik . " , " r n " , " r nyang repot adalah kalau mereka cuma gerombol orang yang manfaat situasi awam para guna jalan . mirip dengan kasus serbu emis di jakarta yang sudah jadi sejak awal abad ini pun begitu juga . tiba - tiba di bagai empat jalan , muncul ribu emis yang kita tidak tahu datang dari mana . bagai warga asli yang tinggi di kawasan jakarta , nyata tidak ada satu pun warga asli yang laku . nyata pasu emis itu adalah pasu khusus yang datang dari entah dari mana . hanya para mafia saja yang tahu . " , " r n " , " r nlucunya , tutup jalan seperti ini sudah jadi sejak 30 tahun yang lalu , kenapa masih minta - minta terus ? memang masjid sampai sekarang belum jadi juga atau bagaimana ? atau jangan - jangan tiap hari muncul lagi masjid - masjid baru ? " , " r n " , " r nkalau begitu jadi , tentu tidak akan ada habis bangun masjid itu . karena begitu satu masjid selesai bangun , akan ada lagi masjid lain yang akan bangun . " , " r n " , " r n " , " r n " , " r nmaka dengan guna modus - modus seperti di atas kadang ada juga yang manfaat untuk penting mereka . boleh jadi masjid yang kata lagi mau bangun hanya fiktif belaka . atau kalau memang ada , kita juga tidak tahu apa benar dana yang mereka kumpul itu 100 untuk masjid . atau jangan - jangan masjid hanya jadi bagai tameng saja . ngakunya untuk masjid , nyata masjid cuma bagi jatah cuil saja , sementara justru jatah untuk mereka jauh lebih besar . " , " r n " , " r n " , " r n " , " r nnamun lepas dari prihatin kita , ada satu catat yang bisa kita garis - bawah , yaitu tentang betapa ajaib uang coin atau uang receh ini . kalau lihat dari segi nilai , nama uang coin atau uang receh , tentu sangat rendah sekali . bagi orang buang uang - uang receh , karena gengsi atau juga karena tidak bisa untuk beli apa - apa . " , " r n " , " r ntetapi kalau uang - uang receh ini kumpul dalam jumlah yang banyak , nyata yang buang - buang itu justru manfaat karena nilai bisa jadi sangat besar . meski uang logam lima ratus atau cuma ribu , tapi kalau jumlah sampai juta keping , maka jadi nila besar juga . " , " r n " , " r nseribu kali juta sama dengan semilyar . padahal koin itu cuma lempar alias buang , tapi kalau yang lempar ada juta orang , tentu saja hasil jadi banyak . ingat kisah sukses kumpul koin prita dan darsem . " , " r n " , " r ndengan logika seperti ini benar kotak - kotak amal di bagai masjid dimanage . kotak amal itu identik dengan uang receh atau koin , yang nilai tidak ada arti . cuma yang jadi masalah , meski kita punya banyak masjid , sayang yang datang ke masjid untuk shalat tidak terlalu banyak . apalagi yang mau masuk uang receh ke kotak amal . " , " r n " , " r noleh karena itu maka ada macam inisiatif untuk letak kotak amal bukan di masjid , tetapi di tengah jalan . tuju biar banyak orang yang lewat dan temu dengan si kotak amal . dan biar orang - orang yang lewat itu bisa ' paksa ' untuk isi kotak amal , makanya kemudian tunggu oleh kelompok orang . mereka duduk - duduk gerombol di putar kotak amal , sambil guna keras suara orasi , atau putar rekam aji atau tilawah . " , " r n " , " r ndan biar mudah tangkap uang receh yang lempar , maka guna jaring - jaring atau sero ikan . " , " r n " , " r nkalau urus masjid itu jujur , memang hasil akan lumayan besar . bangun masjid yang henti karena kasus lagu qasidah " , " , bisa segera atas dengan bijak emis di jalan . suka atau tidak suka , nyata sudah banyak urus masjid laku . dan banyak dari mereka aku , uang masjid kembali jad segar ketika aksi turun ke jalan emis itu laku . " , " r n " , " r n " , " " , " r n " , " r npemerintah benar sudah cara tegas larang tindak seperti ini . ada begitu banyak perda dan tentu yang larang . tetapi entah bagaimana , nyata semua masih jalan tanpa ada aral lintang . " , " r n " , " r npadahal kalau semua kendara dan guna jalan sepakat untuk tidak akan pernah beri , pasti usaha - usaha seperti ini sudah tutup . sayang , gaya hidup orang indonesia ini aneh bin ajaib . mereka sudah sekali beri , walau pun tidak jelas apakah cara beri seperti itu benar atau tidak . mungkin beri uang receh ini anggap hibur , seperti kita suka kasih makan ikan di kolam , ada macam puas sendiri atau bagaimana , "
